Hasil Seleksi Penerimaan Santri Baru 2014-2015

DAFTAR CALON SANTRI
YANG DITERIMA DI MA’HAD IBNU TAIMIYYAH SUMPIUH
TAHUN PELAJARAN 2014 – 2015

MARHALAH IBTIDAIYYAH LIL BANIN

No Nama DI TERIMA DI KELAS …

1 Faqih Abdillah Kelas 1
2 Abdullah Imanuddin Kelas 1
3 Muhammad Abdulloh Azam Kelas 2
4 Ilyasa Kelas 1
5 Miqdad Al Hanif Kelas 4
6 Muhammad Abdul Aziz Kelas 1
7 Muhammad Jibril Kelas 1
8 Faiq Abu Abdirrahman Kelas 1
9 Umar Al Farih Kelas 1
10 Ikhsan Fathurrahman Kelas 1
11 Wibarokallohufik Kelas 1
12 Danial Kelas 1
13 Afifudin Kelas 2
14 Yahya Kelas 1

MARHALAH IBTIDAIYYAH LIL BANAT

No Nama DI TERIMA DI KELAS …

1 Aufa Sholehatul Atmaja Kelas 1
2 Wafiq Fadilatul Ilma Kelas 1
3 Wardatun Nafisah Kelas 1
4 Izzatul Janah Kelas 1
5 Naaila Majidah Kelas 1
6 Fida Annafiisah Kelas 1
7 Aisyah Kelas 1
8 Aisyah Lathifatun Nisa Kelas 1

MARHALAH MUTAWASSITHOH

No Nama DI TERIMA DI KELAS …
1 Sa’ad Mabrur Kelas 1
2 Ubaidillah Rosyid Kelas I’dad
3 Muhammad Fakhri Al Kahfi Kelas I’dad
4 Dawud Ibrahim Kelas I’dad
5 Muhammad Abdul Hamid Kelas I’dad
6 Riko Berliano Al Ghozi Kelas I’dad
7 Rakryan Unggul Sasangka Kelas I’dad
8 Nabawi Janatul Firdaus Kelas I’dad
9 Abbiyu Daffa Putra Sahno Kelas I’dad
10 Abu Ubaidah Amir Kelas 1
11 Mu’adz ‘Ibadul-Bari Al Faruq Kelas I’dad
12 Alfi Hidayat Kelas I’dad
13 Andhika Ramadhany Kelas I’dad
14 Asyrof Fadhlulloh Kelas 1
15 Ardian Saputra Kelas I’dad
16 Lordi Toti Mahardika Kelas 1
17 Syaif Al Islam Kelas I’dad
18 Muhammad Fikri Fathurohman Kelas I’dad
19 Muh. Zaky Ikhsanudin Kelas I’dad
20 Fatihan Firdausa Zatmika Kelas I’dad

PROGRAM LPBA

No Nama DI TERIMA DI KELAS …
1 Titi Anisa Solekhatun Kelas 1
2 Zida Qolbi Sofia Kelas 1
3 Sri Rohyani Kelas 1
4 Nida Nikmatul Huda Kelas 1
5 Sinta Cahya Permatasari Kelas 1
6 Asy Syifa Haura Syahida Kelas 1
7 Salamah Kelas 1
8 Jamilah Mar`atush Sholihah Kelas 1
9 Ummu Chaeriyyah Kelas 1
10 Shofa Syahdza Banafsa Kelas 1
11 Aisyah Al Humairo` Kelas 1
12 Lu`lu` Luthfiyyah Kelas 1
13 Qonitatul Haq Kelas 1
14 Desiana Afiza Nur Safitri Kelas 1
15 Noviana Hasanah Kelas 1
16 Imananda Husnul Chotimah Kelas 1
17 Aisyah Nur Raidah Kelas 1
18 Asy-Syifa Al Atsariyyah Kelas 1
19 Khuraimah Kelas 1
20 Idzhadaitanaa Kelas 1
21 Hanin Al Kholish Kelas 1
22 Ayu Nisa Ristiya Aryanti Kelas 1
23 Zainab Kelas 1
24 Zainab Muhammida Kelas 1
25 Ririn Listia Kelas 1
26 Nafisah Kelas 1
27 Afifah Khoirunnisa Kelas 1
28 Nur Afifaturrahmah Kelas 1
29 Putri Salsabyl Kelas 1
30 Rida Hariroh Kelas 1
31 Husna Laila Mutala’liah Kelas 1
32 Khafshoh Qonitah Kelas 1
33 Suhailah Arofah Kelas 1
34 Az-Zahro Abdul Lathief Kelas 1
35 Fathimah Az-Zahra Kelas 1

 Bagi nama-nama santri baru yang diterima di Marhalah Ibtidaiyyah dan Mutawassithoh agar hadir bersama wali di Pondok Ibnu Taimiyyah pada hari Selasa, 24 Juni 2014 pukul 09.00 untuk daftar ulang dan mengikuti pengarahan (orientasi) bersama pengurus.
 Bagi nama-nama santri baru yang diterima di Program LPBA agar hadir bersama wali di Pondok Ibnu Taimiyyah pada hari Sabtu, 28 Juni 2014 pukul 09.00 untuk daftar ulang dan mengikuti pengarahan (orientasi) bersama pengurus.

Untuk kelancaran belajar anak di ma’had, maka kami mengharap kepada segenap wali dari santri yang diterima untuk melengkapi hal-hal sebagai berikut :
1. Membayar Syahriyyah (SPP) bulan Juli 2014 : Rp 300.000,00
2. Membayar Infak Prasarana bagi setiap santri : Rp 350.000,00
3. Membayar uang gedung bagi setiap wali : Rp 1.000.000,00
4. Titipan uang buku (kitab) :
– Ibtidaiyyah : Rp 100.000,00
– Mutawassithoh, LPBA : Rp 200.000,00
– Tsanawiyyah : Rp 300.000,00
(Jika ada kekurangan akan ditambahkan menyusul dan jika lebih akan dikembalikan)
5. Membawa perlengkapan yang diperlukan sebagaimana yang tertera di blangko.

Kemudian untuk menjaga ketertiban serta keutuhan barang putra/putri bapak/ibu, maka kami mohon agar :
– perlengkapan tersebut langsung diberi nama dengan spidol (besar) / bordir
– mengisi blangko untuk diserahkan kembali kepada pengasuh
– tidak memberi uang saku kepada putra/putri bapak/ibu, tetapi menitipkannya kepada pengasuh
– tidak memberikan barang-barang berharga seperti perhiasan emas dll
– tidak memberikan MP3, HP atau yang sejenis kepada putra/putrinya.
– tidak membawa pakaian yang tidak syar’i, a.l: isbal, levis, pantalon dll.
Atas perhatian dan kerjasama bapak/ibu/wali santri kami ucapkan jazakumullahu khairan.

Dengan ini, maka pendaftaran santri baru Ponpes Ibnu Taimiyyah Tahun Pelajaran 2014-2015 kami nyatakan DITUTUP.
Demikian dari kami, harap maklum. Barakallahufikum.

TTD
Panitia Penerimaan Santri Baru
Ponpes Ibnu Taimiyyah Sumpiuh

Bagusnya Keislaman Seseorang

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من حسن إسلام المرء تركه ما لا يعنيه [حديث حسن رواه الترمذي وغيره]

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :” Termasuk baiknya islam seseorang adalah dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (Hadits Hasan, diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan selainnya).

Di antara faidah hadits :

1. Agama Islam adalah agama yang mengumpulkan segala kebaikan.
2. Perbuatan meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat / tidak penting baginya / bukan urusannya, adalah termasuk dari baiknya islam seseorang.
3. Barangsiapa yang sibuk dengan hal-hal yang tidak bermanfaat / tidak penting baginya / bukan urusannya, maka dengan hal tersebut, keislaman (yang ada padanya) menjadi kurang baik. Dan hal ini banyak terjadi pada sebagian masyarakat, dimana mereka berbicara dalam perkara-perkara yang kurang manfaat atau bahkan tidak ada manfaatnya. Atau seseorang menanyakan kepada orang lain tentang sesuatu yang bukan urusannya sehingga diapun turut campur dalam masalah yang sebenarnya bukan urusan dia. Semua keadaan ini, menunjukkan atas lemahnya Islam (yang ada pada diri) orang tersebut.
4. Seyogyanya bagi setiap insan untuk mengusahakan agar keislamannya semakin baik. Hal itu bisa diusahakan , diantaranya dengan meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya dan mengistirahatkan jiwanya. Karena jika dia sibuk dengan urusan-urusan yang tidak penting dan tidak bermanfaat maka akan lelah jiwanya.

Pertanyaan :
“Apakah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat / bukan urusannya maksudnya adalah meninggalkan amar ma’ruf dan nahi mungkar?”

Maka jawabannya :
“Bukan itu maksudnya. Karena amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah sesuatu yang bermanfaat , penting bagi setiap insan,(dan merupakan urusan umat Islam). Sebagaimana firman Allah Ta’ala di dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran ayat 104 :
ولتكن منكم أمة يدعون إلى الخير ويأمرون بالمعروف وينهون عن المنكر أولئك هم المفلحون

Artinya : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung.”

 Misalkan, jika engkau melihat ada seseorang yang melakukan kemungkaran, kemudian engkau mengatakan kepadanya :”Wahai saudaraku, ini adalah kemungkaran, tidak boleh dilakukan !”
Maka tidak benar jika orang yang dinasehati mengatakan kepada yang menasehatinya : “ Ini bukan urusanmu.”
Seandainya dia mengatakannya, maka hal tersebut tidaklah teranggap, karena “amar ma’ruf dan nahi mungkar” adalah merupakan urusan seluruh umat islam.

 Misal yang lain, adalah hal-hal yang terkait dengan urusan keluarga beserta putra-putri anggota keluarga tersebut. Maka ini adalah urusan dan kepentingan dari kepala keluarga untuk menunjukkan/ memerintahkan keluarganya agar melakukan kebaikan, serta mencegah/ melarang keluarganya dari melakukan kejelekan. Allah Ta’ala berfirman di dalam Al-Qur’an surat At-Tahrim ayat 6 :
يا أيها الذين آمنوا قوا أنفسكم وأهليكم نارا وقودها الناس والحجارة

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…”

- Wallahul Muwafiq -

(Diterjemahkan dari Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyah karya Asy-Syeikh Muhammad bin Shaleh Al-‘Utsaimin , syarh hadits kedua belas, hal 181-182).

Nasehat Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah

Para pembaca rahimakumullah,

Guru beliau, Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata: “Aku keluar dari ‘Iraq. Dan tidaklah aku tinggalkan di kota tersebut seseorang yang paling utama, paling berilmu, paling wara’ dan paling bertakwa daripada Ahmad bin Hanbal.”

Al-Imam Abdurrazzaq Ash-Shan’ani rahimahullah berkata: “Tidaklah aku melihat orang yang paling pandai dan paling wara’ daripada Ahmad bin Hanbal.”.

Amalan yang paling utama

Ada seseorang yang bertanya kepada Imam Ahmad rahimahullah:

“Beritakan kepada kami amalan apakah yang paling utama?”

Beliau menjawab: “Menuntut ilmu.”

Dia bertanya kembali: “Bagi siapa?”

Beliau menjawab: “Bagi orang yang benar niatnya.”

Dia bertanya kembali: “Apa saja yang bisa membenarkan niat itu?”

Beliau menjawab: “Dengan meniatkan dirinya agar bisa bertawadhu’ dan menghilangkan kebodohan darinya.”

Kewajiban Menuntut Ilmu

“Setiap orang wajib menuntut ilmu yang menjadikan agamanya tegak dengannya.”

Ditanyakan kepada beliau, “Seperti apa halnya?”

Beliau rahimahullah menjawab, “Yang ia tidak boleh bodoh (tidak berilmu) tentang sholat, puasa, dan lainnya.”

Kemuliaan Hati

“Sesungguhnya setiap sesuatu memiliki kemuliaan, dan kemuliaan hati adalah ridha kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala .”

Mengingat Mati

Bahwasanya Imam Ahmad jika disebutkan tentang kematian maka beliau menangis tersedu-sedu. Dan beliau berkata: “Rasa takut telah menghalangiku untuk menyantap makanan dan minuman.”

Anjuran untuk Berusaha

Ada seseorang yang bertanya kepada Imam Ahmad:

“Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang duduk di rumahnya atau di masjidnya kemudian berkata: “Aku tidak akan bekerja apapun sampai rizki itu yang datang sendiri kepadaku.”

Beliau berkata: “Ini adalah seorang laki-laki yang tidak mengetahui ilmu. Tidakkah dia mendengar ucapan Rasulullah: ‘dijadikan rizki-ku di bawah naungan tombakku.’ Dan hadits yang lainnya tentang seekor burung yang di pagi hari dalam keadaan lapar kemudian pergi untuk mencari makan. Allah berfirman: “Dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah (rizki).” [Al-Muzammil: 20]

Zuhud

“Zuhud di dunia adalah: pendek angan-angan dan berputus asa (tidak mengharapkan) apa yang ada di tangan manusia.”

Kemuliaan Sahabat Rasulullah

“Jika engkau melihat seseorang menyebutkan tentang salah seorang dari sahabat rasulullah dengan kejelekan maka ragukanlah keislamannya.”

Merasakan Kesenangan

Ada seseorang bertanya kepada beliau: “Kapan seorang hamba akan merasakan kesenangan?”

Beliau menjawab: “Dia akan merasakan kesenangan tatkala mulai memasuki Al-Jannah (surga).”

Hartawan yang Zuhud

Imam Ahmad pernah ditanya tentang seseorang yang memiliki harta sebanyak 1000 dinar, apakah dia bisa dikatakan zuhud?”

Beliau menjawab: “Ya, dengan syarat dia tidak gembira ketika hartanya bertambah dan tidak bersedih ketika hartanya berkurang.”

Menjaga Harga Diri

Beliau pernah berdoa dalam sujudnya:

“Ya Allah, sebagaimana Engkau telah menjaga wajahku dari sujud kepada selain-Mu, maka jagalah wajahku dari meminta-minta kepada selain-Mu.”

Zakatnya Ilmu

Beliau pernah ditanya tentang seorang yang banyak menulis hadits, maka beliau memberikan jawaban:

“Seharusnya bagi dia untuk memperbanyak amalan sebatas apa yang dia peroleh dalam mencari hadits tersebut.” Kemudian beliau melanjutkan ucapannya: “Jalannya ilmu itu sama dengan jalannya harta. Sesungguhnya harta itu jika bertambah maka bertambah pula zakatnya.”

Kesempurnaan Makanan

Jika terkumpul pada makanan itu 4 hal maka sungguh telah sempurna:

1. Jika disebutkan nama Allah, pada awalnya.
2. Memuji nama Allah pada akhirnya.
3. Memperbanyak jumlah orang yang makan.
4. Makanan tersebut diperoleh dari jalan yang halal.

Tingkatan-tingkatan Zuhud

Dalam zuhud ada tiga tingkatan:

1. Meninggalkan yang haram. Ini adalah zuhudnya orang-orang yang awam.
2. Meninggalkan sesuatu yang kurang bermanfaat dari perkara yang halal. Ini adalah zuhudnya orang-orang yang khusus.
3. Meninggalkan sesuatu yang menyibukkan dari Allah. Ini adalah zuhudnya orang-orang yang telah mengenal Rabbnya.

Ketakwaan Hati

‘Ali bin Al-Madini rahimahullah berkata: “Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata kepadaku, ‘Sebenarnya aku ingin menemanimu pergi ke Makkah dan tidaklah ada yang menghalangiku untuk menemanimu kecuali aku khawatir akan membuatmu bosan atau engkau yang membuatku bosan.’

Ali rahimahullah berkata: “Ketika aku akan berpisah, kukatakan kepadanya: ‘Wahai Abu ‘Abdillah, berilah aku suatu wasiat?’

Ahmad rahimahullah berkata: “Ya, tetapkanlah ketakwaan itu dalam hatimu, dan tegakkanlah akhirat itu dihadapanmu.”

Bersegera dalam Kebaikan

“Setiap sesuatu dari kebaikan hendaklah engkau memberi perhatian padanya, kemudian bersegera untuk memperolehnya sebelum terhalang antaramu dengan kebaikan tersebut.”

Ringan dalam Hisab

“Suatu yang sedikit dari perkara dunia maka kelak hisab (perhitungan)nya akan ringan di akhirat”

Semangat Belajar

“Tidaklah seseorang akan patah semangat di dalam menuntut ilmu kecuali orang yang bodoh.”

Semangat Beramal

“Tidaklah aku menulis sebuah hadits kecuali aku telah mengamalkannya walaupun cuma satu kali supaya tidak menjadi hujjah pada diriku kelak, sampaipun shalat 2 rakaat Maghrib antara adzan dan iqamat (aku telah mengamalkannya).”

Doa beliau

“Ya Allah, janganlah Engkau sibukkan hati kami dengan sesuatu yang telah Engkau bebankan kepada diri kami.

Dan janganlah Engkau menghalangi diri kami dari kebaikan yang ada pada-Mu dengan suatu kejelekan yang ada pada diri kami.

Dan janganlah Engkau perlihatkan pada diri kami apa yang telah Engkau larang.

Dan janganlah Engkau luputkan bagi diri kami apa-apa yang telah Engkau perintahkan.

Muliakanlah diri kami dan janganlah Engkau hinakan diri kami.

Muliakanlah diri kami dengan ketaatan dan janganlah Engkau hinakan diri kami dengan kemaksiatan.”

Maraji’:

1. Mawa’izh Al-Imam Ahmad
2. Musthalah Hadits karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah, hal. 63-66.
3. Kitab Fadhail Shahabah jilid I
4. Siyar A’lamin Nubala
5. Bidayah wa Nihayah

Penerimaan Santri Baru 2014/2015

Ma’had Ibnu Taimiyyah membuka Penerimaan Thullab Baru Tahun Pelajaran 2014 –  2015 M / 1435 – 1436 H pada beberapa program / jenjang berikut:

A. MARHALAH IBTIDA’IYYAH (SETINGKAT SD/MI)

Program ini untuk putra dan putri usia minimal 6 tahun. Diutamakan yang pernah belajar  di TK.

SYARAT PENDAFTARAN :
1.    Usia minimal 6 tahun dan mandiri (mampu mengurus diri)
2.    Sehat jasmani dan rohani ( surat keterangan dokter)
3.    Menyerahkan foto copy akte kelahiran / kenal lahir Baca lebih lanjut

PENGUMUMAN

DENGAN INI KAMI BERITAHUKAN BAHWA:
1. TES SEMESTER II TAHUN AJARAN 2013 / 2014 DILAKSANAKAN PADA HARI SABTU, 24 MEI – AHAD, 1 JUNI 2014
2. REMIDIAL TANGGAL 2 – 4 JUNI 2014
3. RAPAT KENAIKAN KELAS HARI RABU, 4 JUNI 2014
4. PEMBAGIAN RAPORT DAN PENJEMPUTAN HARI KAMIS, 5 JUNI 2014
5. LIBUR SEMESTER II TANGGAL 6 – 22 JUNI 2014
6. PENGANTARAN TANGGAL 22 JUNI 2014
7. MASUK TAHUN AJARAN BARU 2014 / 2015 HARI SENIN, 23 JUNI 2014

SEHUBUNGAN DENGAN HAL TERSEBUT, KEPADA SEMUA THULLAB AGAR BERSUNGGUH-SUNGGUH DALAM BELAJAR DAN TIDAK MENINGGALKAN MA’HAD SEBELUM TANGGAL YANG DITETAPKAN.

SUMPIUH, 19 JUNI 2014

KABID PENDIDIKAN
MA’HAD IBNU TAIMIYYAH

TTD
AL USTADZ MUHAMMAD RIJAL, Lc.

Sebab – Sebab Musibah

Banyak manusia yang tidak mengetahui tentang berbagai hal yang menjadi sebab terjadinya musibah, hikmah Allah Subhanahuwata’ala dalam hal ini, dan berbagai pengaruh bencana serta musibah—yang syar’i atau qadari (alami)—terhadap orang yang terkena musibah. Yang perlu dipahami, bukanlah suatu kemestian bahwa musibah menimpa sebagian orang karena dosa mereka lebih besar ketimbang dosa selain mereka yang tidak terkena musibah.

Musibah yang terjadi di negeri muslim dan tidak terjadi di negeri-negeri yang zalim, tidak menunjukkan bahwa negeri zalim itu selamat dari bencana. Ketahuilah, bencana yang terjadi tidak hanya berwujud gempa, tsunami, letusan gunung berapi, badai, dan yang lainnya. Akan tetapi, bencana bisa berwujud kekacauan keamanan, lemahnya perekonomian, menyebarnya penyakit, kebakaran yang menakutkan, peperangan yang menghancurkan, yang semuanya berujung pada kematian sekian ribu jiwa. Semua ini terjadi di negeri-negeri zalim yang secara lahir selamat dari bencana alam. Berapa ratus ribu jiwa penduduk Eropa yang mati selama dua kali perang dunia? Berapa banyak Amerika dan Rusia kehilangan tentaranya pada tahun-tahun terakhir invasi yang mereka lakukan? Baca lebih lanjut

NASEHAT BAGI PENUNTUT ILMU ; jangan engkau santai musuh-musuh islam bekerja siang malam.

Soal:

Apa nasehat bagi tullabul ilmi terkait dengan kewajiban dakwah yang ada pada pundak-pundak mereka?

Jawab:

Banyaklah memohon pertolongan dan berdoa kepada Allah dalam berdakwah, agar Allah memberikan kemudahan dan istiqamah dalam dakwah. Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.