KABAR GEMBIRA….

DAUROH INTENSIF BERSAMA SYAIKH ABU HAZIM RAMADHAN ABKAR DI MA’HAD IBNU TAIMIYYAH SUMPIUH

TAMBAH SEHARI (HARI JUM’AT)

DAUROH BERAKHIR PADA MALAM SABTU, 2 AGUSTUS 2016

Donasi Dauroh Intensif 2016

Bismillah.

Bagi segenap kaum Muslimin dan Muslimat yang hendak menyalurkan dana bantuan untuk terlaksananya kegiatan Dauroh Intensif Syaikh Abu Hazim Ramadhan Abkar, Ahad-Kamis, 28 Agustus – 1 September 2016 bisa ditransfer ke rekening BRI no. 6684-01-020835-53-8 a.n Agus Sakif.

Atas ta’awwunnya kami ucapkan Jazakumullohukhoiro.

Dauroh Syaikh Abu Hazim Ramadhan Abkar 2016

Pamflet Kajian Sumpiuh Syaikh Abkar 2016

Dauroh Intensif Syaikh Ramadhan Abkar

Bismillah…

Dengan mengharap ridha Allah ‘Azza wa Jalla….

 

Hadirilah…!!

TABLIGH AKBAR DAN DAUROH INTENSIF

 

Bersama

SYAIKH ABU HAZIM RAMADHAN ABKAR

(Pengajar di Al Jum’iyyah Al Khairiyyah Li Tahfizhil Qur’an, Al Badai’, Qashim, KSA)

Murid Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah

  Baca lebih lanjut

Tabligh Akbar bersama Syaikh Abu Hazim Ramadhan Abkar

Tabligh Akbar Syaikh Abkar 2016

Agar Berberkah pada Segala Keadaan

agar berberkah pada segala keadaanAllah Subhânahu Wa Ta’âlâ berfirman,

وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ

“Dan Dia menjadikan aku seorang yang berberkah di mana saja aku berada.” [Maryam: 31]

Ayat di atas adalah firman Allah menyebutkan ucapan Nabi Isa ‘alaihissalâm terhadap nikmat yang Allah berikan pada dirinya, bahwa Allah telah menjadikannya sebagai orang diberkahi dimanapun dia berada.

Dalam menafsirkan makna “Dan Dia menjadikan aku seorang yang berberkah di mana saja aku berada.”, Imam Mujahid dan Sufyân bin ‘Uyainah berkata, “Orang yang mengajarkan kebaikan di mana saja Aku berada.” Sebagiannya lagi menafsirkan, “Melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar di mana saja aku berada.” Juga sebagian salaf menafsirkan, “Memberi manfaat di mana saja aku berada.” [Tafsir Ibnu Jarir dan Tafsir Ibnu Katsir]

Ibnul Qayyim berkata, “Yaitu orang yang mengajarkan kebaikan, berdakwah kepada Allah, mengingatkan kepada-Nya, dan menganjurkan ketaatan. Itulah keberkahan pada seseorang. Siapa yang lepas dari ini, dia telah lepas dari keberkahan, pasti terhapus keberkahan berjumpa dan berkumpul dengannya, bahkan menghilangkan keberkahan orang yang menjumpainya dan bertemu dengannya, karena dia akan menghabiskan waktu pada perkara-perkara yang telah berlalu dan merusak hati.” [Risâlah Ibnil Qayyim Ilâ Ahadi Ikhwânih hal. 3]

Memikirkan diri untuk berberkah di mana saja bumi menyandang dan langit meneduhi adalah suatu kebaikan yang sangat luas, akan mengantar seorang hamba kepada berbagai jenjang ibadah yang sangat agung, berupa menyebarkan ilmu agama, berakhlak yang mulia, memberi manfaat kepada manusia, amar ma’ruf nahi mungkar, dan selainnya.

Untuk mendalami makna ayat, seorang hamba perlu mengetahui perkara-perkara yang akan menjadi sebab datangnya keberkahan Allah untuk seorang hamba. Sebab-sebab keberkahan tersebut telah diuraikan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Termasuk keutamaan Allah untuk umat ini, sebab-sebab keberkahan menyebar penuh keindahan di bulan Ramadhan.

Marilah membentuk keberkahan untuk diri sendiri, dan jadilah orang-orang yang membawa keberkahan kepada seluruh lapisan manusia di mana saja anda berada.

 

Sumber: http://dzulqarnain.net/agar-berberkah-pada-segala-keadaan-2.html

Suami Istri Tidur Bersama di Satu Ranjang atau Terpisah?

Beberapa waktu yang lalu saya sempat membaca sebuah artikel yang berisi fatwa ulama yang menyatakan bahwa suami istri semestinya tidur di ranjang (tempat tidur) yang terpisah, karena tidur satu ranjang merupakan budaya barat. Benarkah ungkapan tersebut?

Memang sebagian ulama ada yang berpendapat demikian, diantaranya adalah guru kami Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi hafizhahullah. Beliau membawakan hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إذا دعا الرّجُل امرأته إلى فراشه فلم تأتِهِ فبات غضبانًا عليها لعنتهَا الملائكة حتّى تُصْبحَ

“Apabila suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya, namun si istri tidak memenuhinya, kemudian suami bermalam dalam keadaan marah kepadanya, maka malaikat akan melaknat istri hingga waktu subuh” [HR. Al-Bukhari no. 5193 dan Muslim no. 1436] Baca lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.