Mengenal Biografi Ringkas 5 Ulama Besar Yang Tidak Menikah

Inilah sebagian dari ulama kita yang rela tidak menikah karena kesibukan mereka dalam menuntut ilmu. Namun yang perlu diingat, menikah merupakan sunah Rasulullahย shallallahu ‘alaihi wasallamย yang tidak semestinya kita tinggalkan. Bahkan dalam keadaaan tertentu menikah dapat dihukumi wajib yaitu ketika seorang khawatir akan terjatuh pada hal-hal yang diharamkan.

Para ulama tersebut memandang dengan ijtihad mereka bahwa tidak menikah bagi diri mereka lebih banyak mendatangkan maslahat dan manfaat bagi umat ketimbang mereka menikah. Inilah diantara alasan kenapa mereka tidak menikah. Para ulama tersebut diantaranya: Baca lebih lanjut

Iklan

๐Ÿ’”ย AKIBAT PERGAULAN YANG SALAH

โœ…ย Allah subhanahu wa taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ูŠูŽุนูŽุถู‘ู ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ูฐ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ูŠูŽู‚ููˆู„ู ูŠูŽุง ู„ูŽูŠู’ุชูŽู†ููŠ ุงุชู‘ูŽุฎูŽุฐู’ุชู ู…ูŽุนูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ู ุณูŽุจููŠู„ู‹ุงุŒ ูŠูŽุง ูˆูŽูŠู’ู„ูŽุชูŽู‰ ู„ูŽูŠู’ุชูŽู†ููŠ ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽุชู‘ูŽุฎูุฐู’ ููู„ูŽุงู†ู‹ุง ุฎูŽู„ููŠู„ู‹ุงุŒ ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุถูŽู„ู‘ูŽู†ููŠ ุนูŽู†ู ุงู„ุฐู‘ููƒู’ุฑู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฅูุฐู’ ุฌูŽุงุกูŽู†ููŠ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ู„ูู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ู ุฎูŽุฐููˆู„ู‹ุง

โ€œ Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya (menyesali perbuatannya), seraya berkata, “Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan sebagai teman karibku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an itu telah datang kepadaku. Dan setan itu adalah penipu manusia.โ€ [Al-Furqon: 27-29] Baca lebih lanjut

60 Pintu Kebaikan dan Penghapus Kesalahan

 

Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan Salam senantiasa kami haturkan kepada penutup para Nabi dan utusanโ€ฆ

Ini adalah risalah untuk setiap muslim yang menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Karena tujuan besar setiap muslim adalah meninggalkan dunia dalam keadaan dosa-dosanya terhapus sehingga di hari kiamat nanti Allah tidak akan bertanya tentangnya dan akan memasukkan ke surga yang penuh dengan kenikkmatan dan tidak mengeluarkan darinya selamanyaโ€ฆ..

Dalam Risalah yang pendek ini kami akan menyebutkan sebagian amalan-amalan yang dapat menghapuskan segala kesalahan dan padanya pahala yang besar, dari Hadits-hadits Rasulullsh Shallallaahu โ€˜laihi Wa sallam yang Shahih.

Kami memohon kepada Allah Yang tidak Ada ilah yang berhak disembah dengan benar melainkan Dia agar menerima amalan-amalan kita, Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Semoga bermanfaat. Amiinโ€ฆ..

1. Taubat kepada Allah subhanahu wataโ€™ala.

ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู…ู† ุชุงุจ ู‚ุจู„ ุฃู† ุชุทู„ุน ุงู„ุดู…ุณ ู…ู† ู…ุบุฑุจู‡ุง ุชุงุจ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡

โ€œBarang siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari barat, maka Allah menerima taubatnyaโ€.(HR. muslim, no: 2703).

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูŽู‚ู’ุจูŽู„ู ุชูŽูˆู’ุจูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูุบูŽุฑู’ุบูุฑู’. ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุงู„ุชูุฑู’ู…ูุฐููŠ

โ€œSesungguhnya Allah akan menerima taubat seorang hamba selama nafas belum sampai tenggorokanโ€.

2. Keluar dalam rangka untuk menuntut ilmu.

ูˆู…ู† ุณู„ูƒ ุทุฑูŠู‚ุง ูŠู„ุชู…ุณ ููŠู‡ ุนู„ู…ุง ุณู‡ู„ ุงู„ู„ู‡ ู„ู‡ ุจู‡ ุทุฑูŠู‚ุง ุฅู„ู‰ ุงู„ุฌู†ุฉ

โ€œBarang siapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya dengannya jalan menuju surgaโ€.(Riwayat muslim, no: 2699).

3. Dzikir kepada Allah taโ€™ala.

ุฃูŽู„ุงูŽ ุฃููู†ูŽุจูู‘ุฆููƒูู…ู’ ุจูุฎูŽูŠุฑู ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุฒู’ูƒูŽุงู‡ูŽุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ู…ูŽู„ููŠู’ูƒููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุฑู’ููŽุนูู‡ูŽุง ูููŠ ุฏูŽุฑูŽุฌูŽุงุชููƒูู…ู’ ูˆูŽุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุฅูู†ู’ููŽุงู‚ู ุงู„ุฐูŽู‘ู‡ูŽุจู ูˆูŽุงู„ูˆูŽุฑูู‚ู ูˆูŽุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู„ู’ู‚ูŽูˆู’ุง ุนูŽุฏููˆูŽู‘ูƒูู…ู’ ููŽุชูŽุถู’ุฑูุจููˆู’ุง ุฃูŽุนู’ู†ูŽุงู‚ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุถู’ุฑูุจููˆู’ุง ุฃูŽุนู’ู†ูŽุงู‚ูŽูƒูู…ู’ ุŸ ู‚ูŽุงู„ููˆู’ุง : ุจูŽู„ู‰ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ! ู‚ูŽุงู„ูŽ : (( ุฐููƒู’ุฑูุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰))

โ€œMaukah kalian, aku beritahukan tentang perbuatan yang terbaik, paling suci di sisi (Allah) Penguasa kalian, dan paling tinggi mengangkat derajat kalian; lebih baik bagi kalian dibandingkan dengan infaq emas dan perak, dan lebih baik bagi kalian dibandingkan dengan bertemu dengan musuh, kemudian kalian memenggal lehernya atau mereka memenggal leher kalian?โ€ Para sahabat berkata: โ€œTentu Mau!โ€ Beliau bersabda: โ€œZikir mengingat Allah Yang Maha Tinggiโ€[HR. At-Tirmidzi]

4. Mengerjakan kebaikan dan menunjukkan orang lain kepadanya.

ูƒู„ ู…ุนุฑูˆู ุตุฏู‚ุฉ

โ€œSetiap yang maโ€™ruf(baik) adalah sadaqah, dan penunjuk kepada kebaikan akan mendapat pahala seperti orang yang mengerjakannyaโ€. (Riwayat Bukhari, 10/374 dan Muslim, no: 1005)

5. Keutamaan Berdakwah kepada Allah taโ€™ala.

ุฃู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ ู…ู† ุฏุนุง ุฅู„ู‰ ู‡ุฏู‰ ูƒุงู† ู„ู‡ ู…ู† ุงู„ุฃุฌุฑ ู…ุซู„ ุฃุฌูˆุฑ ู…ู† ุชุจุนู‡ ู„ุง ูŠู†ู‚ุต ุฐู„ูƒ ู…ู† ุฃุฌูˆุฑู‡ู… ุดูŠุฆุง ูˆู…ู† ุฏุนุง ุฅู„ู‰ ุถู„ุงู„ุฉ ูƒุงู† ุนู„ูŠู‡ ู…ู† ุงู„ุฅุซู… ู…ุซู„ ุขุซุงู… ู…ู† ุชุจุนู‡ ู„ุง ูŠู†ู‚ุต ุฐู„ูƒ ู…ู† ุขุซุงู…ู‡ู… ุดูŠุฆุง

โ€œBarang siapa yang menyeru kepada petunjuk Allah, Maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit punโ€.(HR.Muslim no. 2674)

6. Memerintahkan kepada kebaikan Mencegah dari kemungkaran.

ู…ู† ุฑุฃู‰ ู…ู†ูƒู… ู…ู†ูƒุฑุง ูู„ูŠุบูŠุฑู‡ ุจูŠุฏู‡ ูุฅู† ู„ู… ูŠุณุชุทุน ูุจู„ุณุงู†ู‡ ูุฅู† ู„ู… ูŠุณุชุทุน ูุจู‚ู„ุจู‡ ูˆุฐู„ูƒ ุฃุถุนู ุงู„ุฅูŠู…ุงู†

โ€œSiapa diantara kalian yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, jika tidak bias maka dengan lisannya, dan jika tidak bias maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya imanโ€.(HR. Muslim no.49)

7. Membaca Al Qurโ€™an.

ุณู…ุนุช ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠู‚ูˆู„ ุงู‚ุฑุกูˆุง ุงู„ู‚ุฑุขู† ูุฅู†ู‡ ูŠุฃุชูŠ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ ุดููŠุนุง ู„ุฃุตุญุงุจู‡

โ€œBacalah Al Qurโ€™an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaโ€™at bagi pembacanyaโ€.(HR.Muslim no. 804)

8. Mempelajari Al Qurโ€™an dan mengajarkannya.

โ€œุฎูŽูŠู’ุฑููƒูู…ู’ ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุนูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‘ู…ูŽู‡ูโ€ฆโ€

โ€œSebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qurโ€™an dan yang mengajarkannyaโ€.(HR. Bukhari no.9/66)

9. Mengucapkan salam.

ู„ุง ุชุฏุฎู„ูˆู† ุงู„ุฌู†ุฉ ุญุชู‰ ุชุคู…ู†ูˆุง ูˆู„ุง ุชุคู…ู†ูˆุง ุญุชู‰ ุชุญุงุจูˆุง ุฃูˆู„ุง ุฃุฏู„ูƒู… ุนู„ู‰ ุดูŠุก ุฅุฐุง ูุนู„ุชู…ูˆู‡ ุชุญุงุจุจุชู… ุฃูุดูˆุง ุงู„ุณู„ุงู… ุจูŠู†ูƒู…

โ€œTidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman. Dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan kepada sesuatu yang apabila kalian melakukannya kalian akan saling mencintai?, yaitu sebarkanlah salam diantara kalianโ€. (HR.Muslim no.54)

10. mencintai seseorang karena Allah.

ุฃูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุชูŽุญูŽุงุจูู‘ูˆู†ูŽ ุจูุฌูŽู„ูŽุงู„ููŠ ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฃูุธูู„ูู‘ู‡ูู…ู’ ูููŠ ุธูู„ูู‘ูŠ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ู„ูŽุง ุธูู„ูŽู‘ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุธูู„ูู‘ูŠ

โ€œSesungguhnya Allah akan befirman di hari kiamat nanti, โ€œManakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini Aku akan menaungi mereka, pada saat tidak ada naungan selain naungan-Kuโ€.(HR.Muslim no. 2566)

11. Menjenguk orang sakit.

ู…ุง ู…ู† ู…ุณู„ู… ูŠุนูˆุฏ ู…ุณู„ู…ุง ุบุฏูˆุฉ ุฅู„ุง ุตู„ู‰ ุนู„ูŠู‡ ุณุจุนูˆู† ุฃู„ู ู…ู„ูƒ ุญุชู‰ ูŠู…ุณูŠ ูˆุฅู† ุนุงุฏู‡ ุนุดูŠุฉ ุฅู„ุง ุตู„ู‰ ุนู„ูŠู‡ ุณุจุนูˆู† ุฃู„ู ู…ู„ูƒ ุญุชู‰ ูŠุตุจุญ ูˆูƒุงู† ู„ู‡ ุฎุฑูŠู ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉ

โ€œTidaklah seorang muslim menjenguk muslim yang lain pada pagi hari melainkan 70.000 malaikat akan bershalawat (mendoakan ampunan) baginya sampai sore hari. Jika menjenguk pada sore hari maka 70.000 malaikat akan bershalawat baginya sampai pagi hari. Dia pun berhak untuk memiliki buah-buahan yang dipetik di surga.โ€ [HR. at-Tirmidzi no. 969)

12. Menolong orang dalam meringankan hutang.

ูˆู…ู† ูŠุณุฑ ุนู„ู‰ ู…ุนุณุฑ ูŠุณุฑ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆุงู„ุขุฎุฑุฉ

โ€œBarangsiapa yang memberi kemudahan terhadap orang yang kesusahan, Maka Allah akan mudahkan kesusahannya baik dalam urusan dunia maupun akhiratโ€.(HR.Muslim no. 2699)

13. Menutupi Aib orang lain.

ู„ุง ูŠุณุชุฑ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ุนุจุฏ ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ุฅู„ุง ุณุชุฑู‡ ุงู„ู„ู‡ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ

โ€œTidaklah seorang hamba menutupi aib hamba lainnya di dunia. Melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat nantiโ€. (HR.Muslim no.2590)

14. Silaturrahim.

ุงู„ุฑุญู… ู…ุนู„ู‚ุฉ ุจุงู„ุนุฑุด ุชู‚ูˆู„ ู…ู† ูˆุตู„ู†ูŠ ูˆุตู„ู‡ ุงู„ู„ู‡ ูˆู…ู† ู‚ุทุนู†ูŠ ู‚ุทุนู‡ ุงู„ู„ู‡

โ€œAr rahim itu tergantung di atas โ€˜Arsy, ia berkata: siapa yang menyambungkanku, maka Allah akan menyembungkannya. Dan siapa yang memutusku, maka Allah akan memutuskannyaโ€. (HR. Bukhari 10/350, Muslim no. 2555)

15. Akhlaq yang baik.

ุณูุฆูู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุนูŽู†ู’ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู ู…ูŽุง ูŠูุฏู’ุฎูู„ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ โ€โ€โ€ ุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุญูุณู’ู†ู ุงู„ู’ุฎูู„ูู‚ู โ€

Nabi shallallaahuโ€™alaihi wa sallam pernah ditanya tentang kebanyakan orang yang masuk surga? Maka beliau menjawab: yaitu, orang yang bertaqwa kepada Allah dan mempunyai akhlak yang baikโ€.(HR. Tirmidzi no.2003)

16. Jujur.

ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูุงู„ุตูู‘ุฏู’ู‚ู ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ุตูู‘ุฏู’ู‚ูŽ ูŠูŽู‡ู’ุฏููŠ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุจูุฑูู‘ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุจูุฑูŽู‘ ูŠูŽู‡ู’ุฏููŠ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู

โ€œHendaklah kalian berlaku jujur, karena jujur akan mengarahkan kepada kebaikan. Dan sesungguhnya kebaikan akan mengarahkan ke surgaโ€.(HR.Bukhari 10/423) (HR.Muslim no. 2607)

17. Menahan amarah.

ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุธูŽู…ูŽ ุบูŽูŠู’ุธู‹ุง ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽุณู’ุชูŽุทููŠุนู ุฃูŽู†ู’ ูŠูู†ูŽููู‘ุฐูŽู‡ู ุฏูŽุนูŽุงู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุกููˆุณู ุงู„ู’ุฎูŽู„ุงูŽุฆูู‚ู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูุฎูŽูŠูู‘ุฑูŽู‡ู ูููŠ ุฃูŽู‰ูู‘ ุงู„ู’ุญููˆุฑู ุดูŽุงุกูŽ

โ€œBarangsiapa yang menahan amarahnya, sedangkan ia mampu melakukannya, Maka Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluq-Nya pada hari kiamat hingga Dia memilihkan untuknya bidadari yang disukainyaโ€.(HR.Tirmidzi no.2022)

18. Membaca doโ€™a kaffaratul majlis.

ู…ู† ุฌู„ุณ ููŠ ู…ุฌู„ุณ ููƒุซุฑ ููŠู‡ ู„ุบุทู‡ ูู‚ุงู„ ู‚ุจู„ ุฃู† ูŠู‚ูˆู… ู…ู† ู…ุฌู„ุณู‡ ุฐู„ูƒ ุณุจุญุงู†ูƒ ุงู„ู„ู‡ู… ูˆุจุญู…ุฏูƒ ุฃุดู‡ุฏ ุฃู† ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุฃู†ุช ุฃุณุชุบูุฑูƒ ูˆุฃุชูˆุจ ุฅู„ูŠูƒ ุฅู„ุง ุบูุฑ ู„ู‡ ู…ุง ูƒุงู† ููŠ ู…ุฌู„ุณู‡ ุฐู„ูƒ

โ€œBarangsiapa yang duduk di suatu majlis kemudian ia banyak salahnya. Lalu sebelum berdiri dari majlis tersebut ia membacaโ€Subhaanakallaahumma wa bihamdika, Asyhadu an laa ilaaha illa anta Astagfiruka wa Atuubu ilaikโ€,Melainkan Allah akan ampuni segala kesalahan yang ia lakukan di majlis tadiโ€. (HR.Tirmidzi no.3/153)

19. Sabar.

ู…ูŽุง ูŠูุตููŠุจู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽ ู…ูู†ู’ ู†ูŽุตูŽุจู ูˆูŽู„ุงูŽ ูˆูŽุตูŽุจู ูˆูŽู„ุงูŽ ู‡ูŽู…ูู‘ ูˆูŽู„ุงูŽ ุญูุฒู’ู†ู ูˆูŽู„ุงูŽ ุฃูŽุฐู‹ู‰ ูˆูŽู„ุงูŽ ุบูŽู…ูู‘ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุงู„ุดูŽู‘ูˆู’ูƒูŽุฉู ูŠูุดูŽุงูƒูู‡ูŽุง ุฅูู„ูŽู‘ุง ูƒูŽููŽู‘ุฑูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุจูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฎูŽุทูŽุงูŠูŽุงู‡ู

โ€œTidaklah seorang muslim ditimpa suatu penyakit ,kesusahan atau kepayahan, kesedihan dan gangguan, hingga duri yang mengenainya, melainkan Allah akan menghapuskan baginya kesalahan-kesalahannyaโ€. (Bukhari 10/91)

20.Berbakti kepada kedua orang tua.

ุฑุบู… ุฃู†ู ุซู… ุฑุบู… ุฃู†ู ุซู… ุฑุบู… ุฃู†ู ู‚ูŠู„ ู…ู† ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ู‚ุงู„ ู…ู† ุฃุฏุฑูƒ ุฃุจูˆูŠู‡ ุนู†ุฏ ุงู„ูƒุจุฑ ุฃุญุฏู‡ู…ุง ุฃูˆ ูƒู„ูŠู‡ู…ุง ูู„ู… ูŠุฏุฎู„ ุงู„ุฌู†ุฉ

โ€œCelaka, celaka, celaka, (shahabat) bertanya : Siapa ya Rasulullah ? : โ€œSiapa yang mendapatkan kedua orang tuanya disaat tua, salah satunya atau keduanyatetapi (dengan itu) tidak masuk syurgaโ€. (HR.Muslim no. 2551)

21. Memperhatikan para janda dan anak-anak yatim.

ุงู„ุณูŽู‘ุงุนูู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู’ู„ุฃูŽุฑู’ู…ูŽู„ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ูƒููŠู’ู†ู ูƒูŽุงู„ู’ู…ูุฌูŽุงู‡ูุฏู ูููŠู’ ุณูŽุจููŠู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู โ€“ูˆูŽุฃูŽุญู’ุณูุจูู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ-: ูˆูŽูƒูŽุงู„ู’ู‚ูŽุงุฆูู…ู ู„ุงูŽ ูŠูŽูู’ุชูุฑู ูˆูŽูƒูŽุงู„ุตูŽู‘ุงุฆูู…ู ู„ุงูŽ ูŠููู’ุทูุฑู.

โ€œOrang yang memperhatikan janda dan orang miskin bagaikan mujahid di jalan Allah โ€œ saya (Abu Hurairah) mengira beliau juga bersabda : โ€œ Bagaikan orang yang beribadah tiada henti dan bagaikan orang yang selalu shoumโ€ (HR.Bukhari 10/366)

22. Menanggung anak yatim.

ุฃู†ุง ูˆูŽ ูƒูŽุงููู„ู ุงู„ูŠูŽุชููŠู’ู…ู ููŠ ุงู„ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ู‡ูƒูŽุฐูŽุง ูˆูŽ ุฃุดูŽุงุฑูŽ ุจูŽุงู„ุณูŽุจูŽุงุจูŽุฉู ูˆูŽ ุงู„ูˆูุณู’ุทูŽู‰ ูˆูŽ ููŽุฑูŽู‘ุฌูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง

โ€œSaya dan orang yang mengurusi anak yatim (nanti) di Syurga seperti ini, seraya mengisyaratkan dua jarinyaโ€. (HR.Bukhari 10/365)

23. Wudhu.

ู…ู† ุชูˆุถุฃ ูุฃุญุณู† ุงู„ูˆุถูˆุก ุฎุฑุฌุช ุฎุทุงูŠุงู‡ ู…ู† ุฌุณุฏู‡ ุญุชู‰ ุชุฎุฑุฌ ู…ู† ุชุญุช ุฃุธูุงุฑู‡

โ€œSiapa yang berwudhu dan melakukannya dengan baik, maka segala kesalahannya keluar dari tubuhnya hingga keluar dari bawah kuku-kukunyaโ€. (HR.Muslim no. 245).

24. Mengucapkan Syahadat sesudah wudhu.

ู…ุง ู…ู†ูƒู… ู…ู† ุฃุญุฏ ูŠุชูˆุถุฃ ููŠุจู„ุบ ุฃูˆ ููŠุณุจุบ ุงู„ูˆุถูˆุก ุซู… ูŠู‚ูˆู„ ุฃุดู‡ุฏ ุฃู† ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุฃู† ู…ุญู…ุฏุง ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ูˆุฑุณูˆู„ู‡ ุฅู„ุง ูุชุญุช ู„ู‡ ุฃุจูˆุงุจ ุงู„ุฌู†ุฉ ุงู„ุซู…ุงู†ูŠุฉ ูŠุฏุฎู„ ู…ู† ุฃูŠู‡ุง ุดุงุก

โ€œSiapa yang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya kemudian mengucapkan : Asyhadu alla ilaah illallahu wahdahu laa syarikalah wa anna Muhammadan โ€˜abduhu wa rasuuluh, Allahummajโ€™alni minattawwabin wajโ€™alni minal mutathahhirin, maka akan dibuka baginya pintu-pintu syurga yang dia dapat masuk dari mana saja dia sukaโ€. (HR.Muslim no. 234)

25. Mengulang-ulang kalimat yang diucapkan muadzin.

ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ูŠูŽุณู’ู…ูŽุนู ุงู„ู†ูู‘ุฏูŽุงุกูŽ: โ€œุงูŽู„ู„ู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฑูŽุจูŽู‘ ู‡ุฐูู‡ู ุงู„ุฏูŽู‘ุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ุชูŽู‘ุงู…ูŽู‘ุฉูุŒ ูˆูŽุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู ุงู„ู’ู‚ูŽู€ุงุฆูู…ูŽุฉูุŒ ุขุชู ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุง ุงูŽู„ู’ูˆูŽุณููŠู’ู„ูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ู’ููŽุถููŠู’ู„ูŽุฉูŽ ูˆูŽุงุจู’ุนูŽุซู’ู‡ู ู…ูŽู‚ูŽุงู…ู‹ุง ู…ูŽุญู’ู…ููˆู’ุฏู‹ุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ ูˆูŽุนูŽุฏู’ุชูŽู‡ูุŒโ€ ุญูŽู„ูŽู‘ุชู’ ู„ูŽู‡ู ุดูŽููŽุงุนูŽุชูู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู.

โ€œBarangsiapa yang setelah adzan mengucapkan โ€œAllaahumma Rabba Haadzihid daโ€™watit tammati Wa shshalaatul Qaa-imah, Aati Muhammad Al wasilata Wal fadhiilata , Wab โ€˜atshu Maqaaman Mahmudan Alladzii waโ€™adtahuโ€, Maka halal baginya syafaโ€™atku di hari kiamatโ€. (HR. Bukhari 2/77)

26. Membangun Masjid.

ู…ูŽู†ู’ ุจูŽู†ูŽู‰ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู‹ุง ูŠูŽุจู’ุชูŽุบููŠ ุจูู‡ู ูˆูŽุฌู’ู‡ูŽ ุงู„ู‡ูู‘ ุจูŽู†ูŽู‰ ุงู„ู‡ูุจ ู„ูŽู‡ู ุจูŽูŠู’ุชู‹ุง ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู

โ€œBarangsiapa yang membangun masjid karena mengharap Wajah Allah, Maka Allah akan bangunkan baginya yang sepertinya di surgaโ€. (HR.Bukhari 450)

27. Bersiwak.

ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุงู…ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽูˆู’ู…ู ูŠูŽุดููˆู’ุตู ููŽุงู‡ู ุจูุงู„ุณู‘ููˆูŽุงูƒู

โ€œSeandainya aku tidak memberatkan ummatku, sungguh aku akan perintahkan mereka untuk bersiwak setiap mau shalatโ€. (HR. Bukhari 2/331, HR. Muslim 252)

28. Pergi ke masjid.

ู…ูŽู†ู’ ุบูŽุฏูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุฃูŽูˆู’ ุฑูŽุงุญูŽ ุฃูŽุนูŽุฏู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ู„ูŽู‡ู ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ู†ูุฒูู„ุงู‹ ูƒูู„ู‘ูŽู…ูŽุง ุบูŽุฏูŽุง ุฃูŽูˆู’ ุฑูŽุงุญูŽ

โ€œBarangsiapa pergi pagi hari ke masjid, atau petang hari, akan Allah sediakan untuknya tempat di surga setiap kali dia pergi (pagi atau petang hari).โ€ (HR.Bukhari 2/124, Muslim no. 669).

29. Shalat lima waktu.

ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุงู…ู’ุฑูุฆู ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุชูŽุญู’ุถูุฑูู‡ู ุตูŽู„ูŽุงุฉูŒ ู…ูŽูƒู’ุชููˆุจูŽุฉูŒ ููŽูŠูุญู’ุณูู†ู ูˆูุถููˆุกูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุฎูุดููˆุนูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุฑููƒููˆุนูŽู‡ูŽุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ูƒูŽูู‘ูŽุงุฑูŽุฉู‹ ู„ูู…ูŽุง ู‚ูŽุจู’ู„ูŽู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุงู„ุฐู‘ูู†ููˆุจู ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูุคู’ุชู ูƒูŽุจููŠุฑูŽุฉู‹ ูˆูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ุฏู‘ูŽู‡ู’ุฑูŽ ูƒูู„ู‘ูŽู‡ู

โ€œTidaklah seorang muslim didatangi shalat fardlu, lalu dia membaguskan wudlunya dan khusyuโ€™nya dan shalatnya, melainkan itu menjadi penebus dosa-dosanya terdahulu, selama dia tidak melakukan dosa besar. Dan itu (berlaku) pada sepanjang zaman.โ€(HR. Muslim no. 228)

30. Shalat fajr dan ashar.

ู…ูŽู†ู’ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ุจูŽุฑู’ุฏูŽูŠู’ู†ู ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ

โ€œBarang siapa shalat pada kedua waktu dingin (ashar dan subuh), maka ia akan masuk surgaโ€. (HR.Bukhari 2/43).

31. Shalat Jumโ€™at.

ู…ูŽู†ู’ ุชูŽูˆูŽุถูŽู‘ุฃูŽ ููŽุฃูŽุญู’ุณูŽู†ูŽ ุงู„ู’ูˆูุถููˆุกูŽ ุซูู…ูŽู‘ ุฃูŽุชูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉูŽ ููŽุงุณู’ุชูŽู…ูŽุนูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุตูŽุชูŽ ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ู ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉู ูˆูŽุฒููŠูŽุงุฏูŽุฉู ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉู ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู…ูŽุณูŽู‘ ุงู„ู’ุญูŽุตูŽู‰ ููŽู‚ูŽุฏู’ ู„ูŽุบูŽุง

โ€œBarangsiapa yang wudlu lalu memperbaiki wudlunya, kemudian mendatangi shalat jumโ€™at, lalu diam mendengarkan (khutbah), Maka segala dosanya diampuni antaranya dengan jumโ€™at setelahnya, dan ditambah 3 hariโ€. (HR.Muslim no.857)

32. Memanfaatkan waktu dikabulkanya doโ€™a di hari jumโ€™at.

ุฅูู†ู‘ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉู ู„ูŽุณูŽุงุนูŽุฉู‹ ู„ูŽุง ูŠููˆูŽุงููู‚ูู‡ูŽุง ู…ูุณู’ู„ูู…ูŒ ู‚ูŽุงุฆูู…ูŒ ูŠูุตูŽู„ู‘ููŠ ูŠูŽุณู’ุฃูŽู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽุนู’ุทูŽุงู‡ู ุฅููŠู‘ูŽุงู‡ู

โ€œSesungguhnya pada hari Jumโ€™at terdapat suatu jam (waktu) tertentu, tidaklah seorang muslim mendapati waktu tersebut dan berdoa kepada Allah memohon kebaikan, melainkan Allah akan memenuhi permohonannyaโ€œ. (HR. Bukhari 2/344, Muslim no.852)

33. Mengiringi shalat fardhu dengan sunnah Rawatib.

ุณู…ุนุช ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠู‚ูˆู„: ู…ุง ู…ู† ุนุจุฏ ู…ุณู„ู… ูŠุตู„ูŠ ู„ู„ู‡ ูƒู„ ูŠูˆู… ุซู†ุชูŠ ุนุดุฑุฉ ุฑูƒุนุฉ ุชุทูˆุนุง ุบูŠุฑ ูุฑูŠุถุฉ ุฅู„ุง ุจู†ู‰ ุงู„ู„ู‡ ู„ู‡ ุจูŠุชุง ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉ

โ€œTidak ada seorang hamba yang shalat sunnah setiap hari sebanyak 12 rakaat kecuali Allah membangun untuknya sebuah rumah di surgaโ€œ. (HR. Muslim no. 728)

34. Shalat dua Rakaโ€™at setelah melakukan dosa.

ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ูŠูุฐู’ู†ูุจู ุฐูŽู†ู’ุจู‹ุง ููŽูŠูุญู’ุณูู†ู ุงู„ุทู‘ูู‡ููˆุฑูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู…ู ููŽูŠูุตูŽู„ู‘ูู‰ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุบูŽููŽุฑูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู‡ู

โ€œTidaklah seorang hamba melakukan dosa, kemudian bersuci lalu shalat dua rakaโ€™at, kemudian memohon ampun kepada Allah, kecuali akan diampuni dosa-dosanyaโ€. (HR. Abu Daud no 1521)

35. Shalat malam (Qiyamullail).

ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽูƒู’ุชููˆู’ุจูŽุฉู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ูููŠู’ ุฌูŽูˆู’ูู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู.

โ€œShalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malamโ€. (HR. Muslim no. 1163)

36. Shalat Dhuha.

โ€œSetiap tulang persendian kalian harus dishadaqahi, setiap tasbih adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap tahlil adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah, amar maโ€™ruf adalah shadaqah, nahi munkar adalah shadaqah, yang demikian itu dapat terbalas dengan melakukan dua rakaat shalat Dhuhaโ€. (HR.Muslim no.720)

37. Bershalawat atas Nabi.

โ€œBarang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, Maka Allah akan bershalawat kepadanya 10 kaliโ€. (HR.Muslim no. 384)

38. Puasa.

โ€œtidaklah seorang hamba suatu hari berpuasa di jalan Allah, melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya pada hari itu dari api neraka selama 70 tahunโ€. (HR. Bukhari 6/35, Muslim no.1153)

39. Puasa tiga hari setiap bulan.

โ€œpuasa tiga hari dari setiap bulan seperti puasa setahun penuhโ€ . (HR.Bukhari 4/192, Muslim no.1159)

40. Puasa di bulan Ramadhan.

โ€œBarang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah laluโ€. (HR. Bukhari 4/221, Muslim no 760)

41. Puasa 6 hari dari bulan syawwal.

โ€œBarang siapa yang puasa di bulan Ramadhan kemudian mengirinya dengan puasa 6 hari di bulan Syawwal, Maka dia seperti puasa setahun penuhโ€. (HR.Muslim no. 1164)

42. Puasa hari arafah.

โ€œpuasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang telah lalu dan yang akan datangโ€. (HR.Muslim no. 1162)

43. Puasa hari โ€˜asyura.

โ€œpuasa Asyura aku berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan dosa setahun yang telah laluโ€. (HR.Muslim no. 1162)

44. Memberi makanan orang berpuasa.

โ€œBarang siapa yang memberi buka orang puasa, maka baginya seperti pahalanya, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit punโ€. (HR Tirmidzi no. 807)

45. Qiyam lailatul Qadr.

โ€œBarang siapa yang berdiri (shalat) pada malam lailatul qadr dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah, Maka Allah ampuni dosanya yang telah laluโ€. (HR. Bukhari 4/221, Muslim no. 1165)

46. Shadaqah.

โ€œshadaqah itu dapat memadamkan kesalahan seperti air dapat memadamkan apiโ€. (HR.Tirmidzi no. 2616).

47. Haji dan Umrah.

โ€œUmrah pertama ke umrah selanjutnya adalah kaffarah diantara keduanya, dan haji mabrur tidak ada pahala baginya melainkan surgaโ€. (HR.Muslim no. 1349)

48. Beramal shalih di 10 hari pertama bulan dzulhijjah.

โ€œTidak ada hari-hari untuk beramal shalih yang paling Allah cintai di dalamnya melainkan hari-hari ini, yakni 10 hari dzulhijjah. Para sahabat bertanya: tidak juga jihad di jalan Allah?, beliau menjawab: โ€œtidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya kemudian dia tidak kembali dengannya sesuatu punโ€. (HR. Bukhari 2/381).

49. Jihad di jalan Allah.

โ€œRibat (berjaga-jaga)di jalan Allah satu hari adalah lebih baik dari pada dunia dan seisinya serta tempat cambuk salah seorang dari kalian di surga adalah lebih baik dari pada dunia dan seisinyaโ€. (HR. Bukhari, 6/11).

50. Berinfaq di jalan Allah.

โ€œBarang siapa yang membekali orang yang berperang berarti ia telah berperang dan barang siapa yang membekali keluarga orang yang berperang berarti ia telah berperang. (HR. Bukhari, 11/154, dan Muslim, no: 264).

51. Shalat mayyit dan mengiringi jenazahnya.

โ€œBarang siapa yang menyaksikan jenazah dan menshalatinya, maka ia memperoleh pahala satu kirat dan barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai dikuburkan, maka ia akan memperoleh dua kirat. Ditanyakan apa yang dimaksud dengan dua kirat? Maka beliau menjawab : seperti dua gunung yang besarโ€. (HR. Bukhari, 3/158 dan Muslim, no: 945).

52. Menjaga lisan dan kemaluan.

โ€œBarang siapa yang menjamin antara dua bibir (lisan) dan antara kaki (kemaluan), maka aku akan menjamin baginya surgaโ€. (HB. Bukhari, 11/264, dan Muslim, no: 265).

53. Keutamaan โ€œlaa ilaaha illa llaahโ€ dan โ€œSubhaallaah wa bihamdihiโ€.

โ€œBarang siapa yang mengucapkan โ€œlaa ilaaha illallaah Wahdahu laa syariikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa โ€˜alaa kulli syai-in Qadiirโ€ dalam sehari 100 kali, maka ia bagaikan memerdekakan 10hamba sahaya, dan dicatat baginya 100 kebaikan serta dihapus baginya 100 kesalahan, dan ia ada dalam penjagaan dari gangguan syetan pada hari itu hingga sore hari. Serta tidak ada seorang pun yang datang dengan sesuatu yang lebih utama dari apa yang telah datang kepadanya, melainkan seseorang yang beramal lebih dari pada ituโ€.

โ€œDan barang siapa yang mengucapkan โ€œsubhaanakallaahumma wa bihamdihiโ€ dalam sehari 100 kali, maka dihapus baginya segala kesalahannya walau pun sebanyak buih di lautanโ€. ( HR.Muslim no.2691)

54. Menyingkirkan gangguan dari jalan.

โ€œSesungguhnya saya melihat seorang yang mondar mandir dalam surga karena memotong sebuah pohon kayu di tengah jalan yang mengganggu (lalu lintas) orang banyakโ€. (HR.Muslim)

55. Mendidik 3 anak perempuan dan mengayomi mereka.

โ€œBarangsiapa yang mempunyai 3 anak perempuan, kemudian mengurus mereka, menyayangi dan menjamin (kebutuhan mereka), Maka sungguh wajib baginya surgaโ€. (HR.Ahmad dengan sanad jayyid)

56. Berbuat baik terhadap hewan atau binatang.

โ€œtelah diriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki yang melihat seekor anjing menjilat-jilat tanah karena kehausan, maka ia mengambil sepatunya, lalu menciduk air untuknya hingga ia memberinya minum, maka Allah berterima kasih kepadanya dan memasukkannya ke surgaโ€. (HR. Bukhari)

57. Meninggalkan al miraa-a (Perdebatan).

โ€œAku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benarโ€œ. (HR.Abu Daud)

58. Mengunjungi saudara karena Allah.

โ€œMaukah kalian aku beritahu tentang orang-orang yang ada di surga?, para sahabat menjawab: tentu ya Rasulullah. Maka Nabi Saw bersabda: Nabi ada di surga, Abu Bakar Ash shiddiq ada di surga, dan orang yang mengunjungi saudaranya di penghujung mesir, dia tidak mengunjunginya kecuali karena Allah ada di surgaโ€. (At Thabrani- hadits hasan)

59. Ketaatan wanita terhadap suaminya.

โ€œjika seorang wanita shalat lima waktu, berpuasa (di bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya, dan mentaโ€™ati suaminya, Maka ia masuk surga dari pintu mana saja yang disukainyaโ€. (Ibnu hibban-hadits shahih)

60. Tidak meminta-minta kepada manusia sesuatu pun.

โ€œBarang siapa yang menjamin bagiku untuk tidak meminta-minta kepada orang sesuatu pun, Maka aku menjamin baginya dengan surgaโ€. (Ahlus sunan โ€“ Shahih).

 

Alih bahasa

Al-faqiir ila afwi robbih

Hamidin As-sidawy al-maky, Abu fayha

Makkah Al-mukarramah

(27/2/1435 H)

[1] . Di terjemahkan dari buletin yang berjudul 60 sittin min abwa al-khair wa kaffaaratul khathaya, penerbit daar al-wathan.

Sumber:ย http://cahayaummulquro.com/60-pintu-kebaikan-dan-penghapus-kesalahan/ย 

 

Pengertian, Hukum, Cara dan Macam Thaharah โ€“ Kitab Thaharah

Pertama: Pengertian Thaharah

Secara etimologi (bahasa) adalah: membersihkan diri dari semua kotoran, walaupun suci, seperti ludah, keringat dan lainnya dan dari najis, baik yang bersifat hissy (kongkrit), seperti kotoran dan kencing manusia, liur anjing dan lainya atau kotoran yang bersiafat maโ€™nawy (abstrak), seperti kesyirikan, kemaksiatan dan lain-lain.
Adapun secara terminologi (syariat) adalah: โ€œmenghilangkan hadats, najis, dan kotoran dengan air atau tanah yang bersih. Dengan demikian, thaharah adalah menghilangkan kotoran yang masih melekat di badan yang membuat tidak sahnya shalat dan ibadah-ibadah yang lainโ€.

Maka wajib bagi seorang mukmin untuk selalu memperhatikan dan mempelari thaharah, khususnya thaharah maโ€™nawy (abstrak), karena kedudukannya lebih agung dari pada thaharah hissy (kongkrit). Karena kesucian hati dalam beribadah kepada Allah, atau kesuciannya dari dengki, hasad kepada kaum muslimin lebih penting dari pada kesucian badan atau fisik. Bahkan kesucian dzahir tidak akan bermanfaat bila disertai dengan adanya kotoran batin.
kebanyakan manusia -khusus zaman sekarang- kita perhatikan hanya peduli dan respon dengan kesucian dzahir, Padahal ini hanyalah perkara cabang. Sebaliknya mereka mengabaikan dan melupakan kesucian batin, padahal ini adalalah merupakan perkara pokok dan penting. Baca lebih lanjut

Dauroh Nasional Indonesia Bertauhid

Kisah Kesabaran Tanpa Batas

Abu Ibrahim bercerita:
Suatu ketika, aku jalan-jalan di padang pasir dan tersesat tidak bisa pulang. Di sana kutemukan sebuah kemah lawasโ€ฆ kuperhatikan kemah tersebut, dan ternyata di dalamnya ada seorang tua yang duduk di atas tanah dengan sangat tenangโ€ฆ
Ternyata orang ini kedua tangannya buntungโ€ฆ matanya butaโ€ฆ dan sebatang kara tanpa sanak saudara. Kulihat bibirnya komat-kamit mengucapkan beberapa kalimat..
Aku mendekat untuk mendengar ucapannya, dan ternyata ia mengulang-ulang kalimat berikut:
ุงู„ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ููŽุถู‘ูŽู„ูŽู†ููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูŽุซููŠู’ุฑูู…ูู…ู‘ูŽู†ู’ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ุชูŽูู’ุถููŠู’ู„ุงู‹ ..ุงู„ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ููŽุถู‘ูŽู„ูŽู†ููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูŽุซููŠู’ุฑูู…ูู…ู‘ูŽู†ู’ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ุชูŽูู’ุถููŠู’ู„ุงู‹ .. ..
Segala puji bagi Allah yang melebihkanku di atas banyak manusiaโ€ฆ Segala puji bagi Allah yang melebihkanku di atas banyak manusiaโ€ฆ
Aku heran mendengar ucapannya, lalu kuperhatikan keadaannya lebih jauhโ€ฆ ternyata sebagian besar panca inderanya tak berfungsiโ€ฆ kedua tangannya buntungโ€ฆ matanya butaโ€ฆ dan ia tidak memiliki apa-apa bagi dirinyaโ€ฆ

Kuperhatikan kondisinya sambil mencari adakah ia memiliki anak yang mengurusinya? atau isteri yang menemaninya? ternyata tak ada seorang punโ€ฆ

Aku beranjak mendekatinya, dan ia merasakan kehadirankuโ€ฆ ia lalu bertanya: โ€œSiapa? siapa?โ€

โ€œAssalaamuโ€™alaikumโ€ฆ aku seorang yang tersesat dan mendapatkan kemah iniโ€ jawabku, โ€œTapi kamu sendiri siapa?โ€ tanyaku.

โ€œMengapa kau tinggal seorang diri di tempat ini? Di mana isterimu, anakmu, dan kerabatmu? lanjutku.

โ€œAku seorang yang sakitโ€ฆ semua orang meninggalkanku, dan kebanyakan keluargaku telah meninggalโ€ฆโ€ jawabnya. Baca lebih lanjut

Beberapa Kemungkaran di Akhir Tahun

Allah Subhรขnahรป Wa Taโ€™รขlรข telah menganugerahkan nikmat yang sangat besar kepada umat Islam sebagaimana firman-Nya,

ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฃูŽูƒู’ู…ูŽู„ู’ุชู ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฏููŠู†ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุชู’ู…ูŽู…ู’ุชู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ู†ูุนู’ู…ูŽุชููŠ ูˆูŽุฑูŽุถููŠุชู ู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ูŽ ุฏููŠู†ู‹ุง

โ€œPada hari ini telah Kusempurnakan agama kalian untuk kalian, dan telah Ku-cukupkan nikmat-Ku kepada kalian, dan telah Ku-ridhai Islam sebagai agama kalian.โ€ [Al-Mรข`idah: 3]

Dari kesempurnaan nikmat-Nya, Allah Subhรขnahรป Wa Taโ€™รขlรข tidaklah meridhai, kecuali agama Islam,

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุจู’ุชูŽุบู ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ุฏููŠู†ู‹ุง ููŽู„ูŽู†ู’ ูŠูู‚ู’ุจูŽู„ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽุงุณูุฑููŠู†ูŽ

โ€œBarangsiapa mencari (agama) selain agama Islam, sekali-kali tidaklah (agama itu) akan diterima darinya, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.โ€ [ร‚li โ€˜Imrรขn: 85]

Oleh karena itu, kewajiban seorang muslim adalah menjaga diri di atas nikmat Islam yang agung ini sebagaimana perintah-Nya,

ุซูู…ูŽู‘ ุฌูŽุนูŽู„ู’ู†ูŽุงูƒูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุดูŽุฑููŠุนูŽุฉู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุฑู ููŽุงุชูŽู‘ุจูุนู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุชูŽู‘ุจูุนู’ ุฃูŽู‡ู’ูˆูŽุงุกูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ

โ€œKemudian Kami menjadikan kamu berada di atas suatu syariat dari urusan (agama itu) maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.โ€ [Al-Jรขtsiyah: 18]

Demikian pula firman-Nya,

ููŽุงุณู’ุชูŽู…ู’ุณููƒู’ ุจูุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฃููˆุญููŠูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุตูุฑูŽุงุทู ู…ูุณู’ุชูŽู‚ููŠู…ู. ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽุฐููƒู’ุฑูŒ ู„ูŽูƒูŽ ูˆูŽู„ูู‚ูŽูˆู’ู…ููƒูŽ ูˆูŽุณูŽูˆู’ููŽ ุชูุณู’ุฃูŽู„ููˆู†ูŽ

โ€œMaka berpegang-teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus. Dan sesungguhnya Al-Qur`an itu benar-benar merupakan suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu, serta kelak kamu akan dimintai pertanggungajawaban.โ€ [Az-Zukhruf: 43-44]

Hendaknya seorang muslim senantiasa berbangga dengan agamanya,

ูˆูŽู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ู’ุนูุฒูŽู‘ุฉู ูˆูŽู„ูุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ูˆูŽู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ

โ€œPadahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya, dan bagi orang-orang mukmin.โ€ [Al-Munรขfiqรปn: 8]

Allah Subhรขnahรป Wa Taโ€™รขlรข juga berfirman,

ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุฑููŠุฏู ุงู„ู’ุนูุฒูŽู‘ุฉูŽ ููŽู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ู’ุนูุฒูŽู‘ุฉู ุฌูŽู…ููŠุนู‹ุง

โ€œBarangsiapa yang menghendaki kemuliaan, bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya.โ€ [Fรขthir: 10]

Seorang muslim tidak diperbolehkan memandang orang-orang kafir dengan pandangan pengagungan dan pembesaran karena Allah โ€˜Azza Wa Jalla telah menghinakan mereka dengan kekafiran,

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูู‡ูู†ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽู…ูŽุง ู„ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ู…ููƒู’ุฑูู…ู

โ€œDan barangsiapa yang Allah hinakan, tiada seorang pun yang memuliakannya.โ€ [Al-Hajj: 18]

Pun seorang muslim tidak diperkenankan untuk menatap kehidupan orang-orang yang penuh dengan kemegahan dan perhiasan dunia dengan tatapan kekaguman karena hal tersebut hanya kesenangan yang berakhir kepada neraka,

ู‚ูู„ู’ ุชูŽู…ูŽุชูŽู‘ุนููˆุง ููŽุฅูู†ูŽู‘ ู…ูŽุตููŠุฑูŽูƒูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู

โ€œKatakanlah, โ€˜Bersenang-senanglah kalian karena sesungguhnya tempat kembali kalian ialah neraka.โ€™.โ€ [Ibrรขhรฎm: 30]

Saudaraku seiman,

Pergantian tahun -sebagaimana halnya pergantian hari dan bulan- adalah suatu hal yang bermakna bagi seorang muslim dan muslimah. Waktu yang terus bergulir dan umur yang terus berkurang adalah renungan untuk memperbaiki lembaran-lembaran yang telah berlalu dan untuk menata masa mendatang. Allah Subhรขnahรป Wa Taโ€™รขlรข berfirman,

ูŠูู‚ูŽู„ูู‘ุจู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ูŽ ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ู‡ูŽุงุฑูŽ ุฅูู†ูŽู‘ ูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ูŽุนูุจู’ุฑูŽุฉู‹ ู„ูุฃููˆู„ููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑู

โ€œAllah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan.โ€ [An-Nรปr: 44]

Untuk selalu meningkatkan perbaikan kepada-Nya.

ุฅูู†ูŽู‘ ูููŠ ุฎูŽู„ู’ู‚ู ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ูˆูŽุงุฎู’ุชูู„ูŽุงูู ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ู‡ูŽุงุฑู ู„ูŽุขูŠูŽุงุชู ู„ูุฃููˆู„ููŠ ุงู„ู’ุฃูŽู„ู’ุจูŽุงุจู. ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑููˆู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ู‚ููŠูŽุงู…ู‹ุง ูˆูŽู‚ูุนููˆุฏู‹ุง ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฌูู†ููˆุจูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุชูŽููŽูƒูŽู‘ุฑููˆู†ูŽ ูููŠ ุฎูŽู„ู’ู‚ู ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ู…ูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุจูŽุงุทูู„ู‹ุง ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ููŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู

โ€œSesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi serta silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadan berbaring serta memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), โ€˜Wahai Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami terhadap siksa neraka.โ€ [ร‚li โ€˜Imrรขn: 190-191]

Namun, perlu diingat bahwa memperingati akhir tahun atau tahun baru tidaklah dikenal dalam Islam. Tidak dikenal pada tahun Hijriyah mereka, apalagi pada tahun Masehi orang-orang kafir.

Banyaknya kemungkaran pada akhir tahun mengharuskan adanya tulisan-tulisan seperti ini guna menasihati dan saling mengajak kepada jalan yang lurus.

Saudaraku seiman,

Allah โ€˜Azza Wa Jalla melarang kita untuk menyerupai orang-orang zhalim dari kalangan kuffar dan selainnya.

Allah Subhรขnahรป Wa Taโ€™รขlรข mengingatkan,

ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽูƒููˆู†ููˆุง ูƒูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ู†ูŽุณููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ููŽุฃูŽู†ู’ุณูŽุงู‡ูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ููุณูŽู‡ูู…ู’ ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ู’ููŽุงุณูู‚ููˆู†ูŽ

โ€œDan janganlah kalian seperti orang-orang yang lupa terhadap Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.โ€ [Al-Hasyr: 19]

Kecondongan kepada mereka adalah suatu hal yang sangat berbahaya sebagaimana firman-Nya,

ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุฑู’ูƒูŽู†ููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุธูŽู„ูŽู…ููˆุง ููŽุชูŽู…ูŽุณูŽู‘ูƒูู…ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู

โ€œDan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang zhalim yang mengakibatkan kalian disentuh oleh api neraka.โ€ [Hรปd: 113]

Rasulullah shallallรขhu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุดูŽุจูŽู‘ู‡ูŽ ุจูู‚ูŽูˆู’ู…ู ููŽู‡ููˆูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’.

โ€œBarangsiapa yang menyerupai suatu kaum, dia termasuk ke dalam kaum tersebut.โ€ [1]

Juga dari Abu Saโ€™รฎd Al-Khudry radhiyallรขhu โ€˜anhรป, sesungguhnya Nabi shallallรขhu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู„ูŽุชูŽุชูŽู‘ุจูุนูู†ูŽู‘ ุณูŽู†ูŽู†ูŽ ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽูƒูู…ู’ ุดูุจู’ุฑู‹ุง ุจูุดูุจู’ุฑูุŒ ูˆูŽุฐูุฑูŽุงุนู‹ุง ุจูุฐูุฑูŽุงุนู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ู„ูŽูˆู’ ุณูŽู„ูŽูƒููˆู’ุง ุฌูุญู’ุฑูŽ ุถูŽุจูู‘ ู„ูŽุณูŽู„ูŽูƒู’ุชูู…ููˆู’ู‡ู. ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง: ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู’ูŠูŽู‡ููˆู’ุฏู ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ุตูŽุงุฑูŽู‰! ู‚ูŽุงู„ูŽ: ููŽู…ูŽู†ู’.

โ€œSungguh kalian betul-betul akan mengikuti jalan-jalan orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta hingga, andaikata mereka masuk ke lubang dhab[2], niscaya kalian akan mengikutinya,โ€ Kami berkata, โ€œWahai Rasulullah, apakah mereka adalah orang-orang Yahudi dan Nashara?โ€ Beliau menjawab, โ€œ(Ya), siapa lagi (kalau bukan mereka)?โ€ [3]

Larangan menyerupai orang-orang kafir adalah dalam segala hal, baik dalam perkara zhahir maupun batin. Adanya keserupaan pada hal yang zhahir menunjukkan kesamaan pada hal yang batin. Hal tersebut bukanlah sifat seorang Mukmin. Allah โ€˜Azza Wa Jalla berfirman,

ู„ูŽุง ุชูŽุฌูุฏู ู‚ูŽูˆู’ู…ู‹ุง ูŠูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุขุฎูุฑู ูŠููˆูŽุงุฏูู‘ูˆู†ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุญูŽุงุฏูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ุขุจูŽุงุกูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุจู’ู†ูŽุงุกูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ุนูŽุดููŠุฑูŽุชูŽู‡ูู…ู’ ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ูƒูŽุชูŽุจูŽ ูููŠ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู ุงู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุฃูŽูŠูŽู‘ุฏูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฑููˆุญู ู…ูู†ู’ู‡ู ูˆูŽูŠูุฏู’ุฎูู„ูู‡ูู…ู’ ุฌูŽู†ูŽู‘ุงุชู ุชูŽุฌู’ุฑููŠ ู…ูู†ู’ ุชูŽุญู’ุชูู‡ูŽุง ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ู‡ูŽุงุฑู ุฎูŽุงู„ูุฏููŠู†ูŽ ูููŠู‡ูŽุง ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุถููˆุง ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ุญูุฒู’ุจู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽู„ูŽุง ุฅูู†ูŽู‘ ุญูุฒู’ุจูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุญููˆู†ูŽ

โ€œKamu tak akan mendapati kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, (tetapi) saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya. Dan (Allah) memasukkan mereka ke dalam surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalam (surga) itu. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun merasa puas akan (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan Allah, merekalah golongan yang beruntung.โ€ [Al-Mujรขdilah: 22]

Allah Subhรขnahรป Wa Taโ€™รขlรข menegaskan pula,

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู„ูŽุง ุชูŽุชูŽู‘ุฎูุฐููˆุง ุงู„ู’ูŠูŽู‡ููˆุฏูŽ ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ุตูŽุงุฑูŽู‰ ุฃูŽูˆู’ู„ููŠูŽุงุกูŽ ุจูŽุนู’ุถูู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ู„ููŠูŽุงุกู ุจูŽุนู’ุถู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽูˆูŽู„ูŽู‘ู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽู‡ู’ุฏููŠ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ุธูŽู‘ุงู„ูู…ููŠู†ูŽ

โ€œWahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin-pemimpin (kalian); yang sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kalian yang menjadikan mereka sebagai pemimpin, sesungguhnya orang itu termasuk ke dalam golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidaklah memberi petunjuk kepada orang-orang zhalim.โ€ [Al-Mรข`idah: 51]

Berikut beberapa kemungkaran yang perlu diingatkan.

Pertama, keharaman merayakan hari Natal dan Tahun Baru.

Umat Islam tidaklah mengenal hari raya, kecuali tiga hari: Idul Fitri, Idul Adha, dan hari Jumโ€™at. Perayaan hari raya, selain tiga hari raya ini, adalah bentuk penyerupaan terhadap kaum kuffar dan perkara baru dalam agama. Rasulullah shallallรขhu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุนูŽู…ูŽู„ู‹ุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู…ู’ุฑูู†ูŽุง ููŽู‡ููˆูŽ ุฑูŽุฏูŒู‘.

โ€Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak memiliki tuntunan dari kami, amalan itu tertolak.โ€ [4]

Tidak ada silang pendapat di kalangan ulama akan keharaman hal di atas.

Kedua, penetapan kalender dengan perhitungan Masehi.

Bagi umat Islam, telah berjalan di tengah mereka penetapan bulan berdasarkan ketetapan Islam. Allah Subhรขnahรป Wa Taโ€™รขlรข berfirman,

ุฅูู†ูŽู‘ ุนูุฏูŽู‘ุฉูŽ ุงู„ุดูู‘ู‡ููˆุฑู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงุซู’ู†ูŽุง ุนูŽุดูŽุฑูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑู‹ุง ูููŠ ูƒูุชูŽุงุจู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉูŒ ุญูุฑูู…ูŒ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ุฏูู‘ูŠู†ู ุงู„ู’ู‚ูŽูŠูู‘ู…ู ููŽู„ูŽุง ุชูŽุธู’ู„ูู…ููˆุง ูููŠู‡ูู†ูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ููุณูŽูƒูู…ู’

โ€œSesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam bulan yang empat itu.โ€ [At-Taubah: 36]

Penyebutan nama-nama bulan telah masyhur dalam berbagai hadits Nabi. Demikian pula, umat Islam telah bersepakat bahwa penanggalan mereka berdasarkan pada hijrah Nabi sehingga mereka hanya mengenal Kalender Hijriyah.

Ketiga, berpartisipasi dalam hari raya mereka.

Imam Malik rahimahullรขh berkata, โ€œHal yang kubenci (yaitu) ikut bersama mereka pada perahu yang mereka tumpangi, dalam rangka hari raya mereka, karena dikhawatirkan bila kemungkaran dan laknat terhadap mereka turun.โ€ [5]

Ibnul Hajj rahimahullรขh berkata, โ€œSeorang muslim tidak halal menjual suatu apapun kepada orang Nashrani menyangkut keperluan hari raya mereka. Tidak daging, tikar, tidak pula pakaian. Juga tidak menimpahkan suatu apapun, walau hanya seekor kendaraan, karena hal tersebut tergolong membantu mereka di atas kekafirannya. Para penguasa memiliki kewajiban untuk melarang kaum muslimin dari hal tersebut.โ€ [6]

Keempat, memberi hadiah atau ucapan selamat.

Ibnul Qayyim rahimahullรขh berkata, โ€œAdapun memberi ucapan selamat kepada simbol-simbol khusus kekafiran, (hal tersebut ) adalah haram menurut kesepakatan (ulama) โ€ฆ.โ€ [7]

Bahkan Abu Hafs Al-Hanafy rahimahullรขh berlebihan dengan berkata, โ€œBarangsiapa yang memberi hadiah telur kepada seorang musyrik untuk mengagungkan hari (raya mereka), sungguh dia telah kafir kepada Allah Taโ€™รขlรข.โ€ [8]

Kelima, berpakaian dengan pakaian mereka.

Telah sah dari Nabi shallallรขhu โ€˜alaihi wa sallam akan celaan terhadap memakai pakaian orang-orang kafir. Juga terhadap para perempuan, Allah โ€˜Azza Wa Jalla berfirman,

ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุจูŽุฑูŽู‘ุฌู’ู†ูŽ ุชูŽุจูŽุฑูู‘ุฌูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุงู‡ูู„ููŠูŽู‘ุฉู ุงู„ู’ุฃููˆู„ูŽู‰

โ€œDan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah dahulu.โ€ [Al-Ahzรขb: 33]

Keenam, menerima hadiah dari perayaan mereka.

Syaikh Ibnu Bรขz rahimahullรขh dan Al-Lajnah Ad-Dรข`imah memfatwakan,

โ€œSeorang muslim tidak boleh memakan (makanan) apapun yang dibuat oleh orang-orang Yahudi, Nashrani, atau musyrikin berupa makanan-makanan hari raya mereka. Seorang muslim juga tidak boleh menerima hadiah hari raya mereka karena (penerimaan) tersebut merupakan bentuk memuliakan mereka, tolong-menolong bersama mereka dalam menampakkan simbol-simbol mereka, dan melariskan bidโ€™ah-bidโ€™ah mereka, serta berserikat bersama mereka pada hari-hari raya mereka, yang terkadang hal tersebut menyeret (seorang muslim) untuk menjadikan hari-hari raya mereka sebagai hari raya kita atau, paling tidak, terjadi pertukaran undangan untuk mengambil makanan atau hadiah pada hari raya kita dan hari raya mereka. Hal ini merupakan bentuk-bentuk fitnah dan perbuatan bidโ€™ah dalam agama.

Telah sah dari Nabi shallallรขhu โ€˜alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda, โ€œSiapa yang mengada-adakan perkara baru dalam agama kami hal yang bukan dari agama, hal tersebut tertolak.โ€

Juga tidak diperbolehkan untuk memberi hadiah kepada mereka perihal hari raya mereka.โ€ [9]

Ketujuh, ikut andil dalam kemaksiatan dan kemungkaran. Rasulullah shallallรขhu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู…ู ูŠูุนู’ู…ูŽู„ู ูููŠู’ู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนูŽุงุตููŠู’ ุซูู…ูŽู‘ ูŠูŽู‚ู’ุฏูุฑููˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุบูŽูŠูู‘ุฑููˆุง ุซูู…ูŽู‘ ู„ุงูŽ ูŠูุบูŽูŠูู‘ุฑููˆุง ุฅูู„ุงูŽู‘ ูŠููˆู’ุดููƒู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุนูู…ูŽู‘ู‡ูู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุจูุนูู‚ูŽุงุจู.

โ€œTidaklah suatu kaum, yang diperbuat kemaksiatan-kemaksiatan di antara mereka, kemudian mereka sanggup mengubah hal itu, lantas mereka tidak mengubah hal tersebut, kecuali dikhawatirkan bahwa Allah akan menimpakan siksaan terhadap mereka semua secara umum.โ€ [10]

Hendaknya setiap hamba bertakwa kepada Allah Subhรขnahรป Wa Taโ€™รขlรข serta menjaga diri dan keluarganya terhadap segala hal yang mendatangkan kemurkaan Allah โ€˜Azza Wa Jalla,

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู‚ููˆุง ุฃูŽู†ู’ููุณูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู‡ู’ู„ููŠูƒูู…ู’ ู†ูŽุงุฑู‹ุง

โ€œWahai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian terhadap api neraka.โ€ [At-Tahrรฎm: 6]

Wallahu Aโ€™lam.

[1] Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, Abu Dawud, dan selainnya dari Abdullah bin โ€˜Umar radhiyallรขhu โ€˜anhรป. Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Irwรข`ul Ghalรฎl no. 1269.

[2] Dhabb adalah hewan yang mirip biawak, tetapi bukan biawak seperti sangkaan sebagian orang..

[3] Diriwayatkan oleh Al-Bukhรขry dan Muslim.

[4] Diriwayatkan oleh Muslim dari Aisyah radhiyallรขhu โ€˜anhรข.

[5] Sebagaimana dalam Al-Lumaโ€™ Fi Al-Hawรขdits wa Al-Bidaโ€™ 1/294 Karya At-Turkumรขny melalui perantara makalah Nahyu Ahlil Islรขm โ€˜An Tahni`ah Ahlil Kuffรขr bi Aโ€™yรขdihim.

[6] Sebagaimana dalam Fatawa Ibnu Hajar Al-Haitamy (Al-Fatรขwรข Al-Fiqhiyah Al-Kubrรข) 4/329.

[7] Ahkรขm Ahl Ad-Dzimmah 1/441.

[8] Fathul Bรขry 3/263 cet. Dรขr Thaibah

[9] Fatรขwรข Al-Lajnah 22/399.

[10] Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzy, Ibnu Majah dan selainnya dari Abu Bakr radhiyallรขhu โ€˜anhรป. Dishahihkan oleh Albany dalam Ash-Shahih no. 1574, 3353.

Beberapa Kemungkaran di Akhir Tahun Download

Sumber:ย http://dzulqarnain.net/beberapa-kemungkaran-di-akhir-tahun.โ€ฆ

Baca lebih lanjut