Bagusnya Keislaman Seseorang

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من حسن إسلام المرء تركه ما لا يعنيه [حديث حسن رواه الترمذي وغيره]

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :” Termasuk baiknya islam seseorang adalah dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (Hadits Hasan, diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan selainnya).

Di antara faidah hadits :

1. Agama Islam adalah agama yang mengumpulkan segala kebaikan.
2. Perbuatan meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat / tidak penting baginya / bukan urusannya, adalah termasuk dari baiknya islam seseorang.
3. Barangsiapa yang sibuk dengan hal-hal yang tidak bermanfaat / tidak penting baginya / bukan urusannya, maka dengan hal tersebut, keislaman (yang ada padanya) menjadi kurang baik. Dan hal ini banyak terjadi pada sebagian masyarakat, dimana mereka berbicara dalam perkara-perkara yang kurang manfaat atau bahkan tidak ada manfaatnya. Atau seseorang menanyakan kepada orang lain tentang sesuatu yang bukan urusannya sehingga diapun turut campur dalam masalah yang sebenarnya bukan urusan dia. Semua keadaan ini, menunjukkan atas lemahnya Islam (yang ada pada diri) orang tersebut.
4. Seyogyanya bagi setiap insan untuk mengusahakan agar keislamannya semakin baik. Hal itu bisa diusahakan , diantaranya dengan meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya dan mengistirahatkan jiwanya. Karena jika dia sibuk dengan urusan-urusan yang tidak penting dan tidak bermanfaat maka akan lelah jiwanya.

Pertanyaan :
“Apakah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat / bukan urusannya maksudnya adalah meninggalkan amar ma’ruf dan nahi mungkar?”

Maka jawabannya :
“Bukan itu maksudnya. Karena amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah sesuatu yang bermanfaat , penting bagi setiap insan,(dan merupakan urusan umat Islam). Sebagaimana firman Allah Ta’ala di dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran ayat 104 :
ولتكن منكم أمة يدعون إلى الخير ويأمرون بالمعروف وينهون عن المنكر أولئك هم المفلحون

Artinya : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung.”

 Misalkan, jika engkau melihat ada seseorang yang melakukan kemungkaran, kemudian engkau mengatakan kepadanya :”Wahai saudaraku, ini adalah kemungkaran, tidak boleh dilakukan !”
Maka tidak benar jika orang yang dinasehati mengatakan kepada yang menasehatinya : “ Ini bukan urusanmu.”
Seandainya dia mengatakannya, maka hal tersebut tidaklah teranggap, karena “amar ma’ruf dan nahi mungkar” adalah merupakan urusan seluruh umat islam.

 Misal yang lain, adalah hal-hal yang terkait dengan urusan keluarga beserta putra-putri anggota keluarga tersebut. Maka ini adalah urusan dan kepentingan dari kepala keluarga untuk menunjukkan/ memerintahkan keluarganya agar melakukan kebaikan, serta mencegah/ melarang keluarganya dari melakukan kejelekan. Allah Ta’ala berfirman di dalam Al-Qur’an surat At-Tahrim ayat 6 :
يا أيها الذين آمنوا قوا أنفسكم وأهليكم نارا وقودها الناس والحجارة

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…”

– Wallahul Muwafiq –

(Diterjemahkan dari Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyah karya Asy-Syeikh Muhammad bin Shaleh Al-‘Utsaimin , syarh hadits kedua belas, hal 181-182).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: