Apa Sebab Bertambahnya Keimanan?

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin berkata:

✔Ada beberapa sebab bertambahnya keimanan:

1. Mengenal Allah Ta’ala dengan mengetahui nama-nama dan sifat-sifat bagi Allah Ta’ala.

Karena seseorang semakin bertambah pengetahuannya kepada Allah, nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya tidak diragukan lagi akan semakin bertambah pula keimanannya. Oleh karena itu engkau mendapati ahlul ilmi yang memiliki ilmu tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah yang tidak diketahui oleh selain mereka, memiliki keimanan yang lebih kuat dibandingkan orang lain dari sisi ini.

2. Melihat kepada ayat-ayat kauniyyah dan syar’iyyah.

✒ Karena seseorang setiap ia melihat kepada ayat-ayat kauniyah yaitu makhluk-makhluk ciptaan-Nya semakin bertambah keimannanya. Allah Ta’ala (berfirman),

وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِّلْمُوقِنِينَ

Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. (QS. Adz-Dzariyat:20).

وَفِي أَنفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? (QS. Adz-Dzariyat:21).

Dan ayat-ayat yang menunjukkan akan hal ini sangatlah banyak yaitu ayat-ayat yang menunjukkan bahwa ketika seseorang mentadabburi dan memperhatikan alam semesta ini semakin bertambah keimanannya.

3. Banyak melakukan amalan ketaatan kepada Allah Ta’ala.

Karena seseorang ketika memperbanyak amalan ketaatan semakin bertambah keimanannya, baik amalan ketaatan tersebut berupa ucapan atau perbuatan. Berdzikir akan menambah keimanan baik kuantitas maupun kualitas, mengerjakan shalat, berpuasa, berhaji, juga menambah keimanan baik kuantitas maupun kualitas.

Adapun sebab-sebab berkurangnya keimanan adalah kebalikannya, diantaranya:

1. Tidak mengetahui nama-nama dan sifat-sifat Allah akan mengurangi keimanan.

Karena seorang insan apabila kurang mengetahui nama-nama dan sifat-sifat Allah akan berkurang keimanannya.

2. Berpaling dari merenungi ayat-ayat Allah kauniyyah maupun syar’iyyah.

Karena hal ini merupakan sebab berkurangnya iman,  atau minimalnya iman akan tetap dan tidak bertambah.

3. Melakukan perbuatan maksiat.

Karena perbuatan maksiat memiliki dampak yang besar dalam hati terhadap keimanan seseorang. Oleh karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabada, Tidaklah seorang pezina berbuat zina dalam keadaan ia beriman (yaitu iman yang sempurna/tinggi, pent.)” al hadits.

4.Meninggalkan amalan ketaatan.

✂Karena meninggalkan amalan ketaatan merupakan sebab berkurangnya keimanan. Akan tetapi apabila amalan tersebut hukumnya wajib, ini merupakan iman yang kurang, ia dicela karenanya dan mendapatkan hukuman. Dan apabila amalan tersebut hukumnya tidak wajib, ataupun hukumnya wajib akan tetapi ia meninggalkannya karena udzur, ini akan mengurangi imannya, ia tidak dicela karenanya. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan para wanita sebagai orang yang kurang akal dan agamanya, karena kekurangan pada agamanya disebabkan apabila ketika dia haidh, dia tidak shalat dan tidak berpuasa. Bersamaan dengan ini ia tidak dicela ketika meninggalkan shalat dan puasa dalam keadaan haidhnya, bahkan ia diperintahkan untuk meninggalkannya. Maka ketika ia tidak dapat mengerjakan amalan yang dikerjakan para lelaki menjadikannya kurang agamanya dari sisi ini.

Wallahu a’lam bish shawab

Sumber: Majmu’ Fatawa wa Rasa-il Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, 1/51-52

Alih bahasa: Al Ustadz Abdulaziz Bantul hafizhahullah

 

Diambil dari: http://salafy.or.id

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: